Selasa, 15 November 2016

Sistem Informasi Eksekutif

Tugas Sistem Informasi Manajemen




Hasil gambar untuk logo stiesia 




Dosen Pengampu :
Lydia Setyawardani, SE., M.Si., Ak






Nama Kelompok :
1.     Ningrum Dian Santika                              (1510109753)
2.     Nadiaz Piscestalia                                      (1510109342)
3.     Sukma Ayu Mahardika                             (1510109534)
4.     Dia Putri Setiawati                                    (1510109538)
5.     Nadia Athiqotul Amalia R.                       (1510109739)







Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA)
Surabaya
2016/2017




Sistem Informasi Eksekutif


1.1            Karakteristik Sistem Informasi Eksekutif

Beberapa karakteristik SIE yang berhasil dirangkum oleh studi yang dilakukan oleh John, adalah sebagai berikut:
  • SIE didesain untuk mempertemukan informasi dengan kebutuhan eksekutif (meskipun user dari SIE tidak terpaku pada eksekutif saja).
  • Menyediakan untuk tracking dan kontrol terhadap keyorganizationalperformance.
  • Bisa mengetahui gaya kepimpinan dari seorang individu eksekutif.
  • Terdiri dari grafik yang sangat fleksibel untuk alternative dari presentasi layer di dashboard.
  • Didesain untuk menyediakan data secepatnya untuk pengambilan keputusan yang penting.
  •  Menyediakan highlight pada data atau informasi yang tidak sesuai standar perusahaan.
  • Menyediakan drill-down informasi secara lengkap dan cepat.
  • Menyediakan solusi berdasarkan fakta yang tersedia

1.2            Kebutuhan Informasi Eksekutif yang Unik

Sama seperti eksekutif memiliki tanggung jawab yang unik dan terlibat dalam proses berpikir yang unik, mereka juga memiliki kebutuhan informasi yang unik. Terdapat sejumlah penelitian mengenai penggunaan informasi oleh eksekutif , kita akan membahas tiga. Dua yang pertama berkaitan dengan system informasi keseluruhan milik eksekutif. Yang ketiga berfokus pada penggunaan computer.

       1.      Penelitian Mintzberg
Mintzberg adalah orang pertama yang melakukan penelitian formal mengenai kebutuhan informasi eksekutif. Ia mengidentifikasikan lima kegiatan dasar membentuk waktu CEO : tugas administrasi, panggilan telepon, pertemuan tak terjadwal, dan kunjungan. Mintzberg tidak secara khusus memasukanoutputcomputer dalam penelitiannya, menggabungkan semua media tertulis dalam kategori dokumen. Ia menekankan peran sistem informal yang mengkomunikasikan informasi lisan , dan menyimpulkan, “Tampaknya lebih penting bagi manajer untuk mendapatkan informasinya secara tepat dan efisien daripada mendapatkannya secara formal.”


        2.      Penelitian Jones dan MCLeod
Pengarang buku ini bekerja sama dengan Prof. Jack W. Jones dari Texas Christian University, melihat kebutuhan untuk mempelajari lebih lanjut mengenai sumber – sumber dan media informasi eksekutif daripada yang telah dilaporkan oleh mintzberg. Kami melakukan penelitian mengenai arus informasi masuk dari lima eksekutif.Para eksekutif tersebut mencakup CEO suatu rangkaian toko pengecer, CEO suatu bank, presiden direktur suatu perusahaan asuransi, wakil presiden direktur keuangan, dan wakil presiden direktur perpajakan. Penelitiannya dirancang untuk menjawab pertanyaan :

a.       Berapa banyak informasi yang mencapai eksekutif?
-          Selama dua minggu eksekutif dan sekretaris mereka mencatat 1.454 transaksi informasi yang menjalin ke eksekutif. Transaksi adalah suatu komunikasi yang melibatkan media apapun: laporan komputer, memo, kunjungan pengamatan, panggilan telepon, surat, rapat dan sebagainya. Rata-rata 29 transaksi/hari.

b.      Apa nilai informasi tersebut?
-          Tiap transaksi diberi nilai 0 (tanpa nilai) hingga 10 maksimum). Hasil pengamatan menunjukkan ada variasi dalam tingkat nilai yang diberikan oleh tiap eksekutif, berkisar dari rata-rata 2,9 untuk wakil presiden direktur perpajakan hingga 5,5 untuk CEO bank.

c.       Apa sajakah sumber informasi itu?
-          Lingkungan menyediakan volume terbesar, tetapi juga menyediakan informasi dengan nilai rata-rata terendah. Sebaliknya sumber yang menyediakan volume paling sedikit adalah komite, tetapi mereka menyediakan informasi dengan nilai tertinggi. Dua tingkat yang langsung di bawah eksekutif menyediakan informasi terbaik dalam hal volume dan nilai yang tinggi.

d.      Media apa yang digunakan untuk mengkomunikasikan informasi eksekutif?
-          Media tertulis mencapai 61% dari jumlah transaksi. Panggilan telepon merupakan satu-satunya komunikasi lisan yang bervolume besar. Sayang bagi para eksekutif , tiga media yang paling sedikit mereka kendalikan (surat, memo dan panggilan telepon) mencapai 60 persen transaksi. Jika eksekutif memilih media lisa, mala media itu harus mendapat nilai yang lebih tinggi daripada media tertulis. Diperkirakan media lisan menempati posisi – posisi teratas . panggilan telepon dan acara makan bisnis merupakan media lisan yang kalah peringkat dari media tertulis.


e.       Apa kegunaan informasi itu?
-          Para peneliti dibantu oleh para eksekutif memberikan suatu peran keputusan untuk tiap transaksi informasi. Pemberian tersebut mencerminkan bagaimana eksekutif akan menggunakan informasi itu. Penggunaan informasi berdasarkan peran keputusan: penanganan gangguan 42%, entrepreneur 32%, pengalokasian sumberdaya 17%, negosiator 3%, dan tidak diketahui 6%.  Sebagian besar informasi dimaksudkan untuk digunakan dalam menangani gangguan, menjadi seorang entrepreneur, dan mengalokasikan sumber daya.

Terdapat tiga penemuan penelitian yang paling menonjol :
·         Sebagian besar informasi eksekutif berasal dari sumberdaya lingkungan, tetapi informasi intern diberi nilai lebih tinggi.
·         Sebagian besar informasi eksekutif berbentuk tertulis, tetapi informasi lisan diberi nilai lebih tinggi.
·         Para eksekutif mendapatkan sangat sedikit informasi langsung dari komputer.
Tidak ada sistem informasi eksekutif yang sepenuhnya berbasis komputer. Sebaliknya, komputer akan diletakkan di atas arus-arus nonkomputer. Karena alasan itu, sistem informasi dari lima eksekutif yang diteliti mendukung suatu tujuan penting. Sistem-sistem itu menunjukkan sifat rumit arus informasi yang eksekutif tetapkan untuk mendapatkan informasi pemecahan masalah.

       3.      Penelitian Rockart dan Treacy.

Sukar untuk membedakan usaha pada sistem informasi eksekutif antara penelitian Mintzberg dan penelitian 1980-an oleh John Rockart dan Michael Treacy, keduanya dari MIT. Salah satu hasil penelitian mereka yang menyatakan bahwa dari 16 perusahaan yang diamati satu dari 3 pejabat puncak (sangat sering CEO) menggunakan sendiri komputer. Salah satu pendukung komputer yang paling berdedikasi adalah Ben W. Heineman, CEO dari Northwest Industries. Istilah Sistem Informasi Eksekutif (SIE) pertama kali muncul dalam laporan penelitian Rockart dan Treacy. Para peneliti tersebut menemukan :
Ø  Tujuan sentral : eksekutif menggunakan informasi komputer terutama dalam perencanaan dan pengendalian.
Ø   Inti data bersama : database berisi informasi mengenai berbagai industri, pelanggan, pesaing dan unit-unit bisnis dalam 3 periode waktu : masa lalu, kini, dan masa depan.
Ø  Dua metode penggunaan utama : eksekutif menggunakan EIS untuk mengakses status saat ini dan memproyeksikan trend serta melakukan analisis pribadi atas data.
Ø  Organisasi pendukung : para eksekutif dibantu oleh pelatih EIS dan sopir EIS. Pelatih EIS adalah anggota staf eksekutif, jasa informasi atau organisasi konsultasi luar yang menyediakan bantuan dalam memulai sistem. Sopir EIS adalah anggota staf eksekutif yang mengoperasikan peralatan bagi eksekutif.

   Menempatkan Komputer dalam Perspektif
Walau beberapa eksekutif mengandalkan komputer, secara proporsional lebih sedikit pemakai komputer di tingkat eksekutif daripada di tingkat lain. Alasannya adalah yang pertama,  masalah pada tingkat eksekutif kurang terstruktur, oleh sebab itu lebih sulit untuk didukung dengan pengolah komputer. Kedua, eksekutif cenderung lebih tua dan jarang mendapatkan kesempatan pelatihan komputer formal. Pokok-pokok penting dalam pembahasan ini :
1.      Penggunaan komputer adalah sesuatu yang pribadi
2.      informasi komputer hanyalah sebagian dari semua informasi yang mencapai seorang eksekutif.

1.3            Saran – Saran untuk Memperbaiki Sistem Informasi Eksekutif

Eksekutif harus mengambil langkah – langkah untuk meningkatkan peran computer dalam system informasi mereka. Tetapi dalam melakukan hal itu, eksekutif harus juga berusaha meningkatkan komponen –komponen nonkomputer. Suatu program lima langkah untuk mencapai tujuan. Diiktisarkandibawah ini :
1.                Mencatat transaksi-transaksi informasi yang masuk: data dapat dimasukkan dalam database dan dapat disiapkan laporan yang memungkinkan eksekutif menjawab setiap pertanyaan.
2.                Merangsang sumber-sumber yang bernilai tinggi: dengan teridentifikasinya sumber-sumber bernilai tinggi, eksekutif kemudian dapat bertindak untuk memudahkan komunikasi sumber-sumber tersebut.
3.                Memanfaatkan peluang: jika sepotong informasi yang baik datang eksekutif harus meraihnya.
4.                Menyesuaikan sistem pada perorangan: sesuai penelitian Jones dan McCleod, tiap eksekutif memiliki gaya pengumpulan informasi yang unik.
5.                Memanfaatkan teknologi : Eksekutif umumnya berpikiran terbuka mengenai sistem informasi mereka dan akan mempertimbangkan cara apapun untuk memperbaikinya.

1.4            Sistem Informasi Eksekutif Berbasis Komputer

Sistem informasi eksekutif (executiveinformationsystem) atau EIS, merupakan suatu sistem yang menyediakan informasi bagi eksekutif mengenai kinerja keseluruhan perusahaan. Informasi dapat diambil dengan mudah dan dalam berbagai tingkat rincian.

Model EIS
Konfigurasi EIS berbasis komputer biasanya meliputi satu komputer personal. Dalam perusahaan besar PC tersebut dihubungkan dengan mainframe. Konfigurasi perangkat kerasnya mencakup penyimpanan sekunder, kebanyakan dalam bentuk harddisk, yang menyimpan database eksekutif. Databaseeksekutifberisi data dan informasi yang telah diproses sebelumnya oleh komputer sentral perusahaan.
Dialog antara Eksekutif dan EIS
Informasi dapat ditampilkan dalam bentuk table, grafik atau narasi. Sebagian perangkat lunak dirancang untuk memudahkan bolak-balik antara tampilan table dan grafik.
DrillDown
Berarti bahwa eksekutif dapat memulai dari gambaran sekilas dan kemudian secara bertahap mengambil informasi yang lebih terinci.

Penyatuan Konsep-konsep Manajemen
    v  Faktor-faktor penentu keberhasilan : EIS memungkinkan eksekutif memantau seberapa baik perusahaan berjalan dalam hal tujuannya dan faktor-faktor penentu keberhasilannya. Faktor-faktor penentu keberhasilan (criticalsuccessfactor atau CSF) menentukan keberhasilan atau kegagalan segala jenis organisasi, dan CSF bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya.
    v  Management by exception : tampilan layar yang digunakan eksekutif sering menyertakan managementbyexeption dengan membandingkan kinerja yang dianggarkan dengan kinerja aktual. Perangkat lunak EIS dapat mengidentifikasi perkecualian-perkecualian secara otomatis dan membuatnya diperhatikan oleh eksekutif.
    v  Model mental : peran utama EIS adalah membuat sintesis, atau menyarikan, data dan informasi bervolume besar untuk meningkatkan kegunaannya. Pengambilan sari ini disebut pemampatan informasi (informationcompression), dan menghasilkan suatu gambaran, atau model mental, dari operasi perusahaan. CBIS adalah suatu model mental, demikian pula tiap subsistemnya. EIS merupakan model mental yang paling menarik dan berharga bagi eksekutif.


Selasa, 25 Oktober 2016

SIM dan SIA

Tugas Sistem Informasi Manajemen


 Hasil gambar untuk logo stiesia



Dosen Pengampu :
Lydia Setyawardani, SE., M.Si., Ak


Nama Kelompok :
1.     Ningrum Dian Santika                              (1510109753)
2.     Nadiaz Piscestalia                                      (1510109342)
3.     Sukma Ayu Mahardika                             (1510109534)
4.     Dia Putri Setiawati                                    (1510109538)
5.     Nadia Athiqotul Amalia R.                       (1510109739)

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA)
Surabaya
2016/2017


Sistem Informasi Manajemen dan Sistem Informasi Akuntansi

1.1            Pengenalan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi

       A.    Pengenalan Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen (Management Information Systems atau sering dikenal dengan singkatannya MIS) merupakan penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen.
SIM (Sistem Informasi Manajemen) dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menyediakan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian. SIM selalu berhubungan dengan pengolahan informasi yang didasarkan pada komputer (computer-based information processing). SIM merupakan kumpulan dari sistem-sistem informasi.

      B.     Pengenalan Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Bodnar dan Hopwood (2006), yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusuf menyatakan bahwa, "Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi, informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan."
Menurut Barry E. Cushing yang dikutip dan dialih bahasakan oleh La Midjan & Azhar Susanto (2003) mengatakan bahwa, "Sistem informasi akuntansi merupakan seperangkat sumber manusia dan modal dalam organisasi, yang berkewajiban untuk menyajikan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan memproses data."
Menurut Nugroho Wdjajanto (2001) menyatakan bahwa : "Sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen."
Menurut La Midjan dan Azhar Susanto (2001) menyatakan bahwa: "Sistem informasi akuntansi merupakan suatu sistem pengolahan data akuntansi yang merupakan koordinasi dari manusia, alat dan metode yang berinteraksi secara harmonis dalam suatu wadah organisasi yang terstruktur untuk menghasilkan informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen yang berstruktur pula."
Sedangkan menurut Romney &  Steinbart (2000) Sistem informasi akuntansi adalah serangkaian dari satu atau lebih komponen yang saling berelasi dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan, yang terdiri dari pelaku, serangkaian prosedur, dan teknologi informasi.
Berdasarkan definisi para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu kombinasi dari berbagai sumber daya yang dirancang untuk memproses data akuntansi dan keuangan yang ada dan mengubahnya menjadi informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang        berkepentingan.






1.2            Model Sistem Informasi Manajemen

Hasil gambar untuk model sistem informasi manajemen

Definisi model sistem informasi manajemen dapat digambarkan pada gambar diatas. Database berisi data yang disediakan oleh SIA. Selain itu,data maupun informasi dimasukkan dari lingkungan. Isi databse digunakan oleh perangkat lunak yang menghasilkan laporan periodik dan laporan khusus,serta model matematika yang mensimulasikan beragam aspek operasi perusahaan. Output perangkat lunak digunakan oleh orang-orang dalam perusahaan yang bertanggung jawab memecahkan masalah perusahaan. Tidak seperti SIA, SIM tidak berkewajiban menyediakan informasi bagi lingkungan.
Model adalah penyederhanaan (abstraction) dari sesuatu. Model juga merupakan perwakilan sejumlah objek atau aktivitas yang disebut dengan entitas (entity). Biasanya manajer menggunakan model untuk memecahkan suatu masalah.
Terdapat tiga kegunaan model diantaranya :
a.      Mempermudah komunikasi
Suatu model digunakan karena pada umumnya setelah pemecahan masalah manajer akan mengkomunikasikan baik hasil maupun keputusan kepada pihak-pihak yang terhubung, maka model system sangat dugunakan agar mempermudah jalur komunikasinya.

b.      Memperkirakan masa depan
Khususnya dalam model matematika, model ini dapat memperkirakan apa yang akan terjadi di masa depan,namun tidak seratus persen akurat. Karena banyak data yang dimasukkan ke dalam model biasanya didasarkan atas berbagai asumsi, manajer juga harus menggunakan pertimbangan dan intuisi untuk mengevaluasi model.

c.                   Mempermudah pengertian
Suatu model pasti lebih sederhana daripada entitasnya. Entitas lebih mudah dimengerti jika elemen-elemennya dan hubungannya disajikan secara sederhana.


1.3            Konsep Subsistem Informasi Organisasaional

SIM merupakan upaya organisasi pertama yang tujuan utamanya adalah menyediakan informasi bagi manajemen (karena itu dinamakan sistem informasi manajemen). Ternyata dalam praktiknya SIM pada suatu organisasi menyediakan juga informasi bagi orang-orang selain  para     manajer.
     
Ketika suatu organisasi semakin memiliki pengalaman dalam menerapkan rancangan SIM yang mencakup kebutuhan seluruh organisasi, para manajer di wilayah-wilayah tertentu, baik ditingkat pusat maupundaerah, mulai menerapkan konsep sesuai kebutuhan yang mereka perlukan. Sistem informasi mulai akan memasuki wilayah yang sudah
tersegmentasi, yang dapat disebut sebagai sub-sub sistem SIM yang
disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan penggunanya. Sebagai contoh
pada tataran organisasi pemerintah pusat sudah mengimplementasikan
beberapa aplikasi sistem informasi antara lain:
·         Sistem Akuntansi Keuangan Negara (SAKN)
·         Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN)
·         Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD)
·         Sistem Informasi  Kependudukan
·         Sistem Informasi Kepegawaian dan Pengembangan-Pengembangan Subsub Sistem Tata Kelola Pemerintahan Lainnya.


1.4            Pemrosesan Data Akuntansi
Pemrosesan data akuntansi didalam MYOB dikategorikan dalam tiga langkah utama, yaitu :
1.    Tahap Penyiapan Data Awal
Tahap ini merupakan tahap yang paling rumit dalam MYOB. Dalam tahap ini pengguna/user harus benar-benar memperhatikan setiap langkah dengan teliti. Kesalahan pada tahap ini akan menyebabkan kesalahan pencatatan dan laporan yang akan dihasilkan. Beberapa pekerjaan yang harus dikerjakan pada tahap ini meliputi :
a.    Penyiapan data perusahaan dan informasi akuntansi berupa profil perusahaan dan tahun pembukuan akuntansi serta lokasi penyimpanan data.
b.    Daftar akun (chart of account). Walaupun MYOB sudah menyediakan daftar akun, namun sering sekali akun yang sudah disediakan tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna/user. Untuk itu diperlukan penyusunan akun sesuai kebutuhan perusahaan.
c.  Tax Code. Menjadi sangat penting bagi perusahaan yang dalam melakukan transaksi bisnisnya berkaitan dengan perpajakan. Penetapan kode pajak di awal ini untuk mendapatkan perhitungan otomatis pada saat pencatatan transaksi yang berhungungan dengan perpajakan, misalnya transaksi penjualan yang ada PPN Keluaran.
d.  Linked account. Penetapan ini berfungsi untuk membuat hubungan transaksi tertentu dengan akun yang lazim digunakan untuk pencatatan. Hal ini menjadi sangat penting mengingat pencatatan dalam MYOB Accounting menggunakan form-form khusus sehingga dengan adanya linked account, form tersebut sudah dengan sendiri terhubung dengan akun yang dipilih.
e.  Daftar Pemasok (Supplier) dan Daftar Pelanggan  (costumers). Tahapan ini dilakukan jika perusahaan memang sudah memiliki data pemasok dan pelanggan sebelumnya. Fungsi langkah ini sebagai penyiapan untuk menyusun buku besar pembantu.
f.   Daftar persediaan (item list). Merupakan proses pengisian daftar persediaan, terutama barang dagang. Namun mengingat aplikasi MYOB tidak dilengkapi dengan modul aktiva tetap, sehingga Item List juga sering digunakan untuk aktiva tetap.
g.   Pengisian Saldo Awal (Opening Balanced). Baik saldo awal terhadap masing-masing akun maupun saldo awal atas buku besar pembantu dari masing-masing costumer dan supplier.

2.    Entry Data Transaksi
Tahap ini dilakukan dengan tujuan menghasilkan catatan akuntansi dari setiap transaksi. Entri data transaksi dilakukan pada form-form yang disediakan.

3.    Tahap Pelaporan
Tahap pelaporan merupakan tahap pengelolaan laporan-laporan yang dihasilkan dari tahap entri data transaksi. Selain pengelolan laporan termasuk dalam tahap ini juga termasuk proses penutupan buku akhir tahun. 

1.5            Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi
Ada beberapa karakterisitik pengolahan data yang jelas membedakan SIA dengan subsistem CBIS yang lain. SIA mempunyai beberapa karakteristik dibawah ini:
   1.      Melaksanakan tugas yang diperlukan. Perusahaan tidak memutuskan untuk melaksanakan pengolahan data atau tidak. Perusahaan diharuskan oleh undang-undang untuk memelihara catatan kegiatannya. Elemen-elemen dalam lingkungan seperti pemerintah, pemegang saham dan pemilik, serta masyarakat keuangan menuntut perusahaan agar melakukan pengolahan data. Tetapi bahkan jika lingkungan tidak memintanya, manajemen perusahaan pasti menerapkan SIA sebagai cara mencapai dan menjaga pengendalian.
    2.      Berpegang pada prosedur yang relatif rendah. Peraturan dan praktek yang diterima menentukan cara pelaksanaan pengolahan data. Segala jenis organisai mengolah datanya dengan cara yang pada dasarnya sama.
   3.      Menagani data yang rinci. Karena berbgai catatan pengolahan data menjelaskan kegiatan perusahaan secara rinci, catatan tersebut menyediakn jejak audit(audit trail). Jejak audit adalah kronologi kegiatan yang dapat di telusuri dari awal hingga akhir, dan dari akhir ke awal.
    4.      Berfokus historis. Data yang dikumpulkan oleh SIA umumnya menjelaskan apa yang terjadi di masa lampau. Ini terutama terjadi jika pengolahan berkelompok (batch) digunakan
    5.      Menyediakan informasi pemecahan masalah minimal. SIA menghasilkan sebagian output informasi bagi manajer perusahaan. Laporan akuntansi dasar seperti laporan rugi laba dan neraca merupakan contohnya.
Sementara garis yang memisahkan suatu subsisten CBIS dari subsistem yang lain kadang-kadang membingungkan,SIA dapat dibedakan melalui sejumlah karakteristik diatas.

1.6            Sistem Informasi dalam Pengambilan Keputusan dan Pemecahan Masalah
Pentingnya pemecahan masalah bukan didasarkan pada jumlah waktu yang dihabiskan tetapi pada konsekuensinya.



·         Pengambilan keputusan dan pemecahan masalah
Pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi / aksi yang diyakini manajer akan memberikan solusi terbaik atas masalah tersebut. Salah satunya kunci pemecahan masalah adalah mengidentifikasikan berbagai alternatif keputusan.

·         Pendekatan system
Proses pemecahan masalah secara sistematis bermulai dari John dewey, seorang profesor filosofi dari colombia university. Ia mengidenfikasikan tiga seri penelitian yang terlibat dalam memecahkan suatu kontroversi secara memadai.
1.      Mengenali kontroversi
2.      Menimbang klaim alternatif
3.      Membentuk penilaian
Serangkaian langkah pemecahan masalah yang memastikan bahwa masalah itu pertama-tama dipahami, solusi alternatif dipertimbangkan, dan solusi yang dipilih bekerja.
·         Langkah-langkahnya adalah sbb:
1.      Usaha persiapan = mempersiapkan manajer untuk memecahkan masalah dengan menyediakan orientasi sistem.
2.      Usaha definisi = mencakup mengidentifikasi masalah untuk dipecahkan dan kemudian memahaminya.
3.      Usaha solusi = mencakup mengidentifikasi berbagai solusi alternatif, mengevaluasinya, memilih satu yang tampak terbaik, menerapkan solusi itu dan membuat menindak lanjuti untuk menyakinkan bahwa masalah itu terpecahkan.

·         Faktor manusia yang mempengaruhi Pemecahan Masalah
Tiap manajer memiliki gaya pemecahan masalah yang unik yang menandakan ciri khasnya, gaya ini dapat mempengaruhi dalam :
1.      Merasakan masalah
2.      Mengumpulkan Informasi
3.      Menggunakan Informasi